
PADANG, SMAN 6 Padang terus bertransformasi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan bagi guru dan siswa.
Fokus utama kali ini adalah memperkuat kemampuan numerasi melalui metode yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
Para Tenaga Pendidik SMAN 6 Padang Jum'at (24/04/26) mengikuti agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema: "Peningkatan Numerasi Murid melalui Penerapan Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)."
Ruh' Pembelajaran Bukan Sekadar Teori
Kepala SMAN 6 Padang, Haryanti ketika ditemui liputan7.id Jum'at (24/04/26) menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini adalah bagaimana membuat siswa mencintai ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan STEM.
diharapkan ada pergeseran paradigma dalam belajar.
"Dengan metode STEM ini, kita ingin murid tidak hanya sekadar tahu teorinya di atas kertas atau menghafal rumus", tegas Haryanti
Lebih dari itu, kata Haryanti 'Bunda', mereka harus mampu memahami ruh dari ilmu tersebut.
"Jika mereka paham esensinya, maka kemampuan numerasi akan tumbuh secara alami dari rasa ingin tahu," ujar Haryanti kepada liputan7.id
Bunda (panggilan akrab Haryanti) menambahkan bahwa antusiasme guru dalam Bimtek ini menjadi modal utama untuk membawa perubahan positif pada kualitas lulusan SMAN 6 Padang ke depannya.
Sesi Interaktif & Paparan Kritis
Narasumber kegiatan Bimtek, Yulia Sari, membuka acara dengan ice breaking yang atraktif, seketika menghidupkan suasana aula. Dalam sesi materi.
Yulia Sari menjelaskan secara detail melalui presentasi bahwa memahami STEM adalah kunci untuk memicu kemampuan berpikir kritis dan cara belajar siswa aktif," ungkap Yulia
Ditambahkan Yulia Sari, numerasi yang kuat lahir ketika seorang murid mampu menghubungkan logika matematika dengan kenyataan di dunia nyata. Inilah yang ia sebut sebagai upaya memberikan 'nyawa' pada setiap pelajaran di kelas.
Simulasi Jembatan: Logika di Balik Sedotan dan Lakban
Memasuki sesi puncak, Yulia Sari mengajak para guru melakukan simulasi praktik yang menantang. Hanya dengan menggunakan sedotan dan lakban, peserta diminta membangun miniatur jembatan yang kokoh dalam waktu 15 menit.
Sesi ini menjadi pembuktian bagaimana elemen STEM bekerja secara terintegrasi:
Analisis: Bagaimana menentukan titik tumpu (Engineering).
Perhitungan: Bagaimana mengukur beban dan efisiensi bahan (Mathematics).
Logika: Mengapa struktur tertentu lebih kuat dibanding yang lain (Science).
"Melalui praktik sederhana ini, guru dapat mengajarkan kepada murid bagaimana sebuah jembatan bisa berdiri tegak. Mereka belajar tentang seluk-beluk konstruksi sekaligus merasakan pengalaman teknisnya. Inilah cara kita menanamkan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar hafalan," jelas Yulia Sari menutup rangkaian praktik tersebut.
Dengan suksesnya Bimtek ini, SMAN 6 Padang optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam analisis dan pemecahan masalah di kehidupan nyata.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini