
PADANG, LIPUTAN7.ID – Gelanggang pencak silat bukan sekadar tempat bertukar jurus bagi Faizah Yunita. Di atas matras itulah, siswi kelas Fase F 1 SMAN 6 Padang ini merajut disiplin, mengukir prestasi, dan memantapkan langkah menuju cita-citanya yang mulia menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan).
Ketertarikannya pada seni bela diri warisan leluhur ini bermula sejak usia yang terbilang belia, Saat menginjak umur 13 tahun, Faizah memutuskan untuk menyelami dunia pencak silat.
Motivasi awalnya sangat sederhana namun mendalam, yakni keinginan kuat untuk tumbuh menjadi remaja yang berprestasi seperti teman-teman sebayanya.
Kini, kerja keras yang dipupuk sejak usia dini itu telah membuahkan hasil yang manis.
Sederet prestasi gemilang di berbagai level berhasil ia persembahkan, di antaranya; Juara 1 & 3 pada Kejuaraan Riau,
Juara 1 Dekan Cup,
Juara 3 Kejuaraan SCH-2.
Capaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak manajemen sekolah.
Kepala SMAN 6 Padang, Haryanti, Kamis (21/5/26) yang dihubungi di kampus sekolah dimaksud menyatakan, rasa bangganya yang mendalam atas dedikasi, prestise dan prestasi yang telah ditunjukkan Faizah.
Menurutnya, pihak sekolah berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi dan mendorong setiap potensi siswa agar dapat berkembang optimal.
"Kami sangat bangga dengan capaian yang diraih Faizah Yunita. Pihak sekolah akan selalu mendukung penuh seluruh siswa untuk terus mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga bela diri ini," ujar Haryanti dengan penuh optimisme.
Di balik ketangguhan Faizah di gelanggang, ada tangan dingin sang pelatih, Khusnul Arif, yang selalu setia menempa mentalnya.
Bagi Faizah, pesan-pesan dari pelatih adalah jimat ampuh yang selalu ia pegang teguh hingga berhasil naik ke podium juara.
"Jangan mudah menyerah kalau belum sempat juara dan jika sudah menang, tetaplah rendah hati," kenang Faizah menirukan pesan sang pelatih yang selalu terngiang di telinganya.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan moral dan spiritual yang luar biasa dari kedua orang tuanya.
Sang ayah, Sami Tosman dan sang ibu, Yuniarti selalu menjadi tiang penyangga utama dalam setiap langkah dan tetesan keringatnya di arena latihan.
Latar belakang keluarga yang suportif dan sportif ini menjadi modal penting bagi Faizah untuk tetap seimbang antara prestasi olahraga dan tanggung jawabnya sebagai pelajar di Fase F 1.
Menariknya lagi, dalam menapaki jalan prestasi dan mengejar cita- citanya sebagai Polwan, Faizah memiliki filosofi hidup yang sangat membumi namun sarat makna. “Yang pelan juga punya tujuan,” ujar Faizah mantap.
Prinsip ini menegaskan bahwa proses setiap orang berbeda-beda. Ia percaya, tidak perlu tergesa-gesa atau merasa minder dengan pencapaian orang lain, asalkan setiap langkah kecil yang diambil bergerak konsisten menuju target masa depan.
Dengan mentalitas juara yang dibalut kerendahan hati serta dukungan penuh dari SMAN 6 Padang, Faizah Yunita siap membuktikan bahwa dari seni bela diri tradisional, ia tidak hanya belajar cara mempertahankan diri, tetapi juga cara menaklukkan masa depan dan mengabdi pada negeri.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini